PEMBELAJARAN
BERBASIS LINGKUNGAN
Secara
fisiologis, lingkungan meliputi segala kondisi dan materiil jasmaniah di dalam
tubuh, seperti gizi, vitamin, air, zat asam, suhu, sistim syaraf, peredaran
darah, pernafasan, pencernaan makanan, kelenjar-kelenjar indoktrin, sel-sel
pertumbuhan dan kesehatan jasmani.
Secara
psikologis, lingkungan mencakup segala stimulasi yang diterima oleh individu
sejak dalam konsesi, kelahiran, sampai matinya. Stimulasi itu misalnya berupa:
Sifat-sifat genes, interaksi genes, selera, keinginan, perasaan, tujuan-tujuan,
minat, kebutuhan, kemauan, emosi, kapasitas intelektual.
Sedangkan
secara sosio-kultural, lingkungan mencakup segenap stimulasi interaksi dan
kondisi eksternal dalam hubungan dengan perlakuan ataupun karya orang lain.
Pola hidup berkeluarga, pergaulan kelompok, pola hidup masyarakat, latihan,
belajar, pendidikan pengajaran, bimbingan dan penyuluhan, adalah termasuk
sebagai lingkungan (Wasty, 2003:84-85).
J.J.
Rousseau dengan teorinya kembali ke alam menunjukkan betapa pentingnya pengaruh
alam terhadap perkembangan anak didik. Karena itu pendidikan harus dilakukan di
lingkungan alam yang bersih, tenang, suasana menyenangkan dan segar. Sehingga
sang anak tumbuh sebagai menusia yang baik. Jan Ligthart terkenal dengan Pengajaran
alam sekitar. Menurut tokoh ini pendidikan sebaiknya disesuaikan dengan keadaan
alam sekitar. Alam sekitar (millieu) adalah segala sesuatu yang ada di
sekitar kita.
Pengajaran
berdasarkan alam sekitar akan membantu anak didik untuk menyesuaikan dirinya
dengan keadaan sekitarnya. Ovide Decroly dikenal dengan teorinya, bahwa sekolah
adalah dari kehidupan dan untuk kehidupan (Ecole pour la vie par lavie).
Dikemukakan bahwa bawalah kehidupan ke dalam sekolah agar kelak anak didik
dapat hidup di masyarakat.
Pandangan
ketiga tokoh pendidikan tersebut sedikit banyak menggambarkan bahwa lingkungan
merupakan dasar pendidikan/ pengajaran yang penting, bahkan dengan desain ini dapat
dikembangkan suatu model persekolahan yang berorientasi pada lingkungan
masyarakat.
Ada dua
istilah yang sangat erat kaitannya, tetapi berbeda secara gradual, ialah alam
sekitar dan lingkungan. Alam sekitar mencakup segala hal yang ada di sekitar kita,
baik yang jauh maupun yang dekat letaknya, baik yang masa silam maupun yang
akan datang, tidak terikat pada waktu dan tempat. Lingkungan adalah sesuatu
yang ada di alam sekitar yang memiliki makna dan/atau pengaruh tertentu kepada
individu.
Lingkungan (environment)
sebagai dasar pengajaran adalah faktor kondisional yang mempengaruhi tingkah
laku individu dan merupakan faktor belajar yang penting. Lingkungan belajar/
pembelajaran/ pendidikan terdiri dari berikut ini:
- Lingkungan
sosial adalah masyarakat, baik kelompok besar ataupun kecil
- Lingkungan
personal meliputi individu-individu sebagai suatu pribadi berpengaruh
terhadap individu pribadi lainnya
- Lingkungan
alam (fisik) meliputi semua sumber daya alam yang dapat diberdayakan
sebagai sumber belajar
- Lingkungan
kultural, mencakup hasil budaya dan teknologi yang dapat dijadikan sebagai
sumber belajar, dan dapat dijadikan faktor pendukung pengajaran.
Suatu
dimensi lingkungan yang sangat penting adalah masyarakat. Dalam konteks ini
masyarakat mencakup unsur-unsur individu, kelompok, sumber-sumber alam, sumber
daya, sistem nilai dan norma, kondisi/situasi serta masalah-masalah dan
berbagai hal dalam masyarakat, secara keseluruhan merupakan lingkungan
masyarakat (Yudhistira Abimanyu_Satanom Cirebon)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar